-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mantan Sekjen Komunitas Ojol Medan Soroti Kebijakan Pemerintah dan Aplikator Terkait Potongan Tarif Driver Online

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T08:21:25Z

JAWARANEWS.COM - MEDAN // Mantan Sekretaris Jenderal Komunitas grab Online (Ojol) Medan, Sohahau Telaumbanua, S.Sos., menyoroti kebijakan pemerintah dan perusahaan aplikator transportasi online yang dinilai belum sepenuhnya menjawab aspirasi para pengemudi terkait peningkatan kesejahteraan.


Menurut Sohahau, para driver online selama ini menginginkan adanya kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan bersih mereka di tengah berbagai tantangan operasional yang dihadapi. Namun, perhatian pemerintah justru dinilai lebih terfokus pada pengaturan besaran potongan aplikasi.


Ia menyinggung terbitnya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang salah satu substansinya mengatur mengenai potongan biaya layanan aplikasi sebesar 8 persen. Kebijakan tersebut dinilai belum menyentuh persoalan utama yang selama ini dikeluhkan para pengemudi, yakni rendahnya tarif bersih yang diterima setelah berbagai potongan diberlakukan.


Selain itu, Sohahau juga menyoroti kebijakan yang diterapkan pihak aplikator per 1 Juli 2026 terkait mekanisme potongan kepada pengemudi. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan para driver.


"Selama ini para pengemudi berharap adanya kenaikan tarif bersih yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun yang muncul justru pembahasan mengenai besaran potongan aplikasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan driver, apakah pemerintah belum memahami persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan atau ada kebijakan yang belum berpihak kepada pengemudi," ujarnya.


Sohahau berharap pemerintah, perusahaan aplikator, dan perwakilan pengemudi dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka guna mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan industri transportasi online. Menurutnya, kebijakan yang lahir harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan perusahaan, pengguna layanan, dan kesejahteraan para pengemudi.


Ia juga mendorong agar setiap regulasi yang diterbitkan benar-benar mempertimbangkan kondisi riil yang dihadapi driver online, sehingga tujuan menciptakan ekosistem transportasi digital yang adil dan berkelanjutan dapat terwujud. ( Red
×
Berita Terbaru Update